Jumat, 10 Mei 2013

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2



aditya prasetyo
10210204
3ea15
1.LAPORAN

 PENGERTIAN LAPORAN

Laporan mempunyai peranan yang penting pada suatu organisasi karena dalam suatu organisasi dimana hubungan antara atasan dan bawahan merupakan bagian dari keberhasilan organisasi tersebut. Dengan adanya hubungan antara perseorangan dalam suatu organisasi baik yang berupa hubungan antara atasan dan bawahan, ataupun antara sesama karyawan yang terjalin baik maka akan bisa mewujudkan suatu sistem delegation of authority dan pertanggungjawaban akan terlaksana secara effektif dan efisien dalam organisasi.  
Pengertian laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan, pada dasarnya fakta yang disajikan itu berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor. Fakta yang disajikan merupakan bahan atau keterangan berdasarkan keadaan objektif yang dialami sendiri oleh si pelapor (dilihat, didengar, atau dirasakan sendiri) ketika si pelapor melakukan suatu kegiatan.

A. Laporan Formal

Laporan formal terdiri dari:
1. Bagian Pendahuluan
Bagian pendahuluan terdiri dari:
a. Halaman judul: judul, maksud dan tujuan penulisan identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, tahun.
b. Halaman pengesahan (jika perlu)
c. Halaman motto/ semboyan (jika perlu)
d. Halaman persembahan (jika perlu)
e. Kata pengantar
f. Daftar isi
g. Daftar tabel (jika ada)
h. Daftar gambar (jika ada)
i. Daftar grafik (jika ada)
j. Abstrak (berisi uraian singkat mengenai isi laporan)

2. Bagian Isi
Uraian singkat tentang bagian ini:
a. Bab I: Pendahuluan
1) Latar belakang
2) Identifikasi masalah
3) Pembatasan masalah/ ruang lingkup penelitian
4) Rumusan masalah
5) Tujuan dan manfaat
b. Bab II: Kajian pustaka
c. Bab III: Metode penelitian
d. Bab IV: Pembahasan
e. Bab V: Penutup

3. Bagian Penutup
a. Daftar pustaka
b. Daftar lampiran
c. Indeks atau daftar istilah

B. Laporan Informal

1. Laporan kunjungan, berisi:
a. Judul laporan
b. Tujuan
c. Waktu pelaksanaan
d. Hasil yang diperoleh

2. Laporan percobaan, berisi:
a. Judul percobaan
b. Pelaksanaan (waktu dan tempat)
c. Urusan kerja
d. Data yang diperoleh
e. Kesimpulan

3. Laporan diskusi, berisi:
a. Topik
b. Moderator
c. Penyaji
d. Jumlah peserta
e. Masalah yang dibicarakan
f. Pemecahan masalah
g. Kesimpulan

2. Usulan karya ilmiah

Adapun jenis – jenis karya ilmiah, yaitu :

Skripsi

Skripsi adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapangan atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.


Tesis

Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri sekalipun dipandu dosen pembimbing menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.


      Disertasi

Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.

TOPIK YANG SESUAI DENGAN BIDANG PENELITIAN BESERTA ALASANNYA :

-          SKRIPSI

Judul: Analisis stuktur modal yang optimal pada PT. Intan Wijaya Chemical   Industry
Alasan : Karena suatu skripsi itu harus meneliti ke suatu perusahaan atau apapun itu yang lebih besar dan sudah mempunyai nama yang besar juga.

-          MAKALAH

Judul   : system pemilihan ketua osis digital dengan menggunakan teknologi sms.
Alasan : karena makalah hanya meneliti diruang lingkup yang kecil atau masalah yang sederhana saja.

-          TESIS

Judul   : meningkatkan jumlah mahasiswa dengan membuka program studi baru di STPMD APMD YOGYAKARTA.
Alasan : Karena dalam sebuah tesis kita mesti meneliti masalah yang lebih serius lagi dari pada makalah atau skripsi.

Kamis, 09 Mei 2013

PENULISAN ILMIAH

1. Hakikat Penulisan ilmiah :

a.       Definisi :
Merupakan karya tulis yang disusun oleh mahasiswa yang telah menyelesaikan kurang lebih 100 sks dengan bimbingan, oleh Dosen Pembimbing sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai gelar Sastra Sarjana Muda.
b.      Ciri-ciri :
a.   Menyajikan fakta objektif secara sistematis
b.   Pernyataan cermat, tepat, tulus, dan benar, serta tidak memuat terkaan
c.   Penulisnya tidak mengejar kuntungan pribadi
d.   Penyusunannya dilaksanakan secara sistematis, konseptual dan procedural
e.   Tidak memuat pandangan-pandangan tanpa dukungan fakta
f.    Tidak emotif menonjolkan perasaan
g.   Tidak bersifat argumentatif, tetapi kesimpulannya terbentuk atas dasar fakta

 
      2. Tahapan penuliasan ilmiah,:
a.       Susunan tahapan penulisan ilmiah, jelaskan :
1.      Cover :  berisi halaman judul, gambar dan keterangan data diri penulis
2.      Lemar pengesahan : berisi lembar pengesahan
3.  Abstrak : Berisi ringkasan dari sebuah penelitian atau penulisan ilmiah yang maksimal 1 halaman
4.      Daftar isi :  lembaran yang berisi nomor halaman setiap bagian
5.      Table : lembaran yang berisi gambar dan nomor halaman setiap bagian
6.      Bab 1 =
- Pendahuluan : merupakan bab pertama dari karya tulis yang berisi jawaban apa danmengapa penelitian itu perlu dilakukan. Bagian ini memberikan gambaran mengenaitopik penelitian yang hendak disajikan. Oleh karena itu, pada bab pendahuluan memuatlatar belakang masalah, rumusan masalah, dan tujuan penelitian
 - Latar belakang :
Bagian ini berisi uraian/penjelasan yang berkaitan dengan fenomena-fenomena atau alasan-alasan yang mendasari mahasiswa /penelitian yang memilih atau tertarik untuk meneliti tema yang ingin di tulis.
-  Identifikasi masalah :
Atas dasar latar belakang masalah yang telah dijelaskan sebelumnya, pada bagian ini mahasiswa/peneliti mulai mengidentifikasi, mambatasin dan selanjutnya merumuskan masalah yang hendak diteliti. Setelah rumusan masalah ada, mahasiswa/peneliti dapat menterjemahkan rumusan masalah tersebut dalam bentuk kalimat pertanyaan penelitian.
-  Kesimpulan :
Pada bagian ini berisikan kesimpulan dari hasil penelitian mahasiswa/peneliti, yang pada perinsipnya merupakan jawaban dari pertaanyaan peneliti yang ada. Atau berisi ringkasan secara garis besar dari hasil penelitian yang diteliti.
-  Saran
Isi yang ada pada bagian ini harus diperioritaskan pada saran terhadap butir-butir kesimpulan yang ada.

Sabtu, 16 Maret 2013

softskill bahasa Indonesia


1.     Penalaran
Penalaran adalah sebuah pemikiran untuk dapat menghasilkan suatu kesimpulan. Ketika seseorang sedang melanarkan sesuatu, maka seseorang tersebut akan mendapat sebuah pemikiran dimana pemikiran tersebut adalah suatu kesimpulan masalah yang sedang dihadapi
2.     Penalaran Induktif 
Penlaran induktif adalah proses penalaran untuk manari kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta – fakta yang bersifat khusus, prosesnya disebut Induksi. Penalaran induktif tekait dengan empirisme. Secara impirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sentara. Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum.
Contoh penalaran induktif
Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Babi berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Ikan paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. 

3.     Penalaran deduktif
Metode berpikir deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.
Ada berbagai macam penalaran deduktif:

a. Silogisme 


Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan. 
Contoh Silogisme:
Semua manusia akan mati
Nino adalah manusia
Jadi , nino akan mati

b. Entimen 

Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui. 
Contoh Entimen : 
Menjemur pakaian membutuh kan matahari
Pada malam hari tidak ada matahari
Jadi , malam hari tidak bisa menjemur pakaian

Aditya prasetyo
10210204
3ea15

Jumat, 12 Oktober 2012

perilaku konsumen


Psikologi konsumen

Apa itu psikologi konsumen?
Psikologi konsemen adalah suatu cabang ilmu psikologi yang mempelajari tentang perilaku konsumen dalam membuat suatu keputusan untuk membeli suatu produk  barang atau jasa , suatu ilmu dari cabang psikologi dan ilmu ini memiliki cangkupan ilmu lain juga yang cukup luas, contoh yang paling jelas adalah berbau ilmu ekonomi.
perilaku konsumen diartikan “…. Those actions directly involved in obtaining, consuming, and disposing of products and services, including the decision processes that precede and follow this action”.
Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut

apa kaitan psikologi konsumen dengan pengambilan keputusan dalam pemasaran?

Pilihan seseorang membeli juga dipengaruhi oleh psikologi konsumen itu sendiri ada 4 macam , yaitu : motivasi, persepsi ,belajar, kepercayaan dan sikap.



Motivasi
Seperti yang diterangkan oleh teori Robert Maslow: Dimulai dengan kebutuhan-kebutuhan fisiologis (lapar, haus), disusul kebutuhan-kebutuhan keselamatan (perasaan aman, perlindungan), kemudian kebutuhan-kebutuhan sosial (perasaan menjadi anggota lingkungan dan dicintai), selanjutnya kebutuhan-kebutuhan untuk dihargai (harga diri, pengakuan, status) dan mengkerucut ke kebutuhan-kebutuhan pernyataan diri (pengembangan dan perwujudan diri).

Persepsi
Fenomena yang ditangkap oleh panca indera dan dimaknai oleh pikiran.

Belajar
Sewaktu orang berbuat, mereka belajar. Belajar menggambarkan perubahan  dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman.

Kepercayaan dan Sikap
Melalui perbuatan dan belajar, orang memperoleh kepercayaan dan sikap. Kepercayaan adalah gagasan deskriptif yang dianut oleh seseorang tentang sesuatu. Sebuah sikap,  menggambarkan penilaian kognitif yang baik maupun tidak baik, perasaan-perasaan emosional dan kecenderungan berbuat yang bertahan selama waktu tertentu terhadap beberapa obyek atau gagasan.
Melalui perbuatan dan belajar, orang memperoleh kepercayaan dan sikap. Kepercayaan adalah gagasan deskriptif yang dianut oleh seseorang tentang sesuatu. Sebuah sikap,  menggambarkan penilaian kognitif yang baik maupun tidak baik, perasaan-perasaan emosional dan kecenderungan berbuat yang bertahan selama waktu tertentu terhadap beberapa obyek atau gagasan.


aditya prasetyo
10210204
3ea15